Lima Catatan soal Orangutan

Lima Catatan soal Orangutan PROKAL.co PROKAL NEWS PRO KALTIM KALTIM POST BALIKPAPAN POS ...

Lima Catatan soal Orangutan

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: RABU
15 NOVEMBER UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 15 November 2017 00:41 Lima Catatan soal Orangutan

PROKAL.CO, STRATEGI Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia periode 2007-2017 sudah berakhir. Banyak catatan dan perkembangan yang terjadi selama satu dekade. “Masalah orangutan di Kalimantan ini bisa dikategorikan menjadi lima isu,” ujar Yaya Rayadin, ahli orangutan dari Universitas Mulawarman dalam konferensi pers Penyusunan Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan Indonesia Regional Kalimantan Timur 2017-2027, di Hotel Grand Victoria Samarinda, Selasa (14/11). Kelima isu tersebut antara lain: masalah kebijakan; kapasitas sumber daya manusia, kegiatan pembukaan kawasan habitat, adanya perburuan dan kebakaran hutan.

Yaya mengurai dari sisi kebijakan, masih ada tantangan pertanggungjawaban atas konflik orangutan dan manusia. Ia mencontohkan, ketika ada kasus konflik orangutan-manusia, pemerintah daerah beranggapan tanggung jawab penyelesaiannya berada di Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem atau Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Padahal, menurut Yaya, konflik terjadi salah satunya lantaran keluarnya izin konversi kawasan hutan yang statusnya Areal Penggunaan Lain (APL) untuk konsesi perkebunan, pertambangan maupun pengelolaan hutan.

Kemudian isu kedua, tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Konflik orangutan dan manusia bisa tertangani dengan baik, bila tahu cara penanganannya. Kini, mayoritas perusahaan pemegang konsesi (sawit, tambang, hutan) sudah memiliki satuan tugas (satgas) orangutan. Keberadaan satgas pengelolaan dan pemantauan jenis-jenis satwa yang dilindungi, khususnya orangutan di unit manajemen menjadi satu persyaratan dalam sertifikasi produk mereka, baik untuk sawit berkelanjutan (ISPO/RSPO), maupun pengelolaan hutan lestari (FSC/PHPL). Sehingga, kata Yaya, laju konflik di kawasan perusahaan di Kaltim sudah menurun. Namun, konflik justru masih ditemukan di perkebunan masyarakat.

“Untuk konflik di tingkat masyarakat ini memang harus dicari solusinya,” kata Yaya.

Alternatif termudah adalah memberdayakan satgas perusahaan yang lokasinya berdekatan dengan kebun masyarakat, serta menggencarkan sosialisasi. Sejumlah satgas-satgas terlatih pada perusahaan, terbuk ti mampu mengendalikan konflik orangutan yang masuk di wilayah masyarakat. Namun, di masa depan, memang diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam meredam konflik dengan orangutan.

Isu ketiga terkait pembukaan kawasan. Banyaknya pembukaan kawasan habitat orangutan membuat primata besar ini ditemukan di tempat-tempat yang dulu tak pernah terpikirkan.

Ia mencontohkan kawasan Delta Mahakam yang notabene didominasi mangrove dengan satwa kunci Bekantan, pernah ditemukan Orangutan. Begitupun jalan-jalan di sepanjang Berau menuju Kecamatan Kelay, Kutai Timur, sudah terlihat sarang orangutan. Pemandangan serupa juga ditemukan di kawasan Sebulu yang jalanannya sudah bisa terlihat sarang orangutan.

Selanjutnya masalah perburuan. “Perburuan di sini bukan bermaksud memburu orangutan,” kata dia. Melainkan alat jerat berburu babi atau Rusa yang menyebabkan orangutan terperangkap, kemudian cedera.

Terakhir adalah kebakaran hutan. Kebakaran jelas mengganggu ka wasan hewan penjelajah ini, karena semakin sedikit area tempat pergerakan orangutan. Akibat dari lima ancaman tersebut, populasi orangutan kini tersebar di mana-mana, baik dalam maupun di luar habitat. “Mereka menyebar ke tempat-tempat yang menyediakan tanaman pakan bagi orangutan, termasuk kawasan perkebunan buah milik masyarakat,” kata Yaya.

Dampak yang tidak terduga karena masifnya ancaman bagi orangutan, adalah terganggunya struktur populasi. Menurut Yaya, orangutan sekarang banyak ditemukan berkelamin jantan dan usia dewasa.

“Kondisi tersebut lantaran mayoritas mereka (jantan dan dewasa) yang mampu bertahan hidup,” ungkapnya.

Adapun yang induk betina, bayi serta anak-anak, banyak tidak bisa bertahan lantaran desakan dari lima isu tersebut. Perubahan anatomi juga terlihat di wilayah temuan orangutan. Orangutan yang ditemui di wilayah hutan alam atau kawasan bernilai konservasi tinggi, masih memiliki berat normal sekitar 40-60 kilogram untuk induk dew asa. Sementara yang ditemukan di wilayah terdegradasi, beratnya bisa mencapai 25 kilogram induk dewasa. “Kurus sekali,” ujar dia. Pada kondisi ini diduga dapat menyebabkan penurunan populasi.

Orangutan di Kaltim, lanjut dia, dalam kajian terakhir melalui Population and Habitat Viability Assessment Orangutan (PHVA) 2016, ditemukan dalam 6 sub habitat dengan kondisi beragam. Kondisi habitat yang masih baik bisa ditemukan kawasan bentang alam Kutim-Bontang dan bentang alam Wehea-Kelay serta Sungai Lesan. Pada kawasan Sangkulirang dan Belayan-Senyiur, kondisi habitat orangutannya masuk dalam kategori menengah. Adapun orangutan di Sungai Wein dan Beratus, habitatnya paling buruk kondisinya. “Bisa dibilang bahwa di Kaltim paling banyak ditemukan di Kutai Timur dan Berau,” kata Yaya.

Melihat kondisi kritis mamalia besar ini, sebenarnya sudah banyak pihak yang menyadarinya. “Forum Multipihak sudah didirikan atas mandat SRAK,” ujar Fasilitator dari Forum Orangutan Indonesia Pahrian Siregar. SRAK sebagai dokumen negara yang ditetapkan menjadi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diharapkan mampu menjaga dan menyelamatkan orangutan di Indonesia. Hasil Pertemuan SRAK di Kaltim kemarin, akan digabungkan dengan pertemuan serupa se-Kalimantan dan se-Sumatra untuk merumuskan SRAK nasional.

Di Kaltim, sudah ada model-model forum multipihak pengelolaan orangutan yaitu Forum Pengelolaan Kawasan Ekosistem Wehea Kelay. Dalam kawasan seluas 308.000 hektare, koridor orangutan dibangun dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, swasta dan LSM. Orangutan yang menjelajah di kawasan Wehea-Kelay setidaknya bisa aman, meski memasuki konsesi sawit ataupun konsesi hutan.

“Dalam forum KEE Wehea-Kelay, semua pihak sepakat dan berkomitmen menjaga orangutan,” kata Niel Makinuddin, Manajer Senior di tingkat Pemerintahan Provinsi The Nature Conservancy Indonesia. Merujuk hasil PHVA, Niel melanjutkan, status orangutan di kawasan ini masih be rstatus baik se-Kalimantan Timur.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Ekosistem Kalimantan Timur Sunandar Trigunajasa Nurochmadi mengatakan, kemajuan Kaltim cukup luar biasa dalam penanganan satwa liar. “Konflik berkurang dan sudah sedikit laporan satwa liar yang dipelihara masyarakat,” katanya.

Balai Konservasi yang awalnya menerima laporan konflik hampir tiap pekan, sekarang rata-rata hanya sekitar dua. Sunandar mengatakan komitmen para pemangku kepentingan di Kaltim sudah membaik. Secara populasi, menurut Sunanda, ada kecenderungan penurunan kepadatan orangutan. Namun, ia mengingatkan, untuk menghitung populasi satwa liar itu sulit. Sehingga tidak ada angka pasti untuk populasi orangutan Kaltim, perkiraannya ada di kisaran 54 ribu individu. (*/sin/udi)

BERITA TERKAIT
  • DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun
  • Bersih-Bersih Pantai Tiap Pekan
  • Percantik Permukiman Atas Air
  • Relokasi TPA Sebatas Wacana, Anggaran Terbatas, Dinilai Tak Mendesak
  • Delta Mahakam Jadi Kawasan Konservasi Strategis
  • PT BJP Beroperasi Tanpa Amdal, Masyarakat Merasa Dirugikan, DLHK Hentikan Sementara
  • Berau Bebas Kawasan Kumuh
  • Karhutla Masih Menghantui, Polisi Perketat Pengawasan
  • Volume Limbah Hambat Izin TPS
  • Lingkungan Bersih, Bernilai Ekonomis

BACA JUGA

Selasa, 14 November 2017 09:44

Pelaku Pemerkosaan Rekan Kerja di Perusahaan Tambang, Mengaku Punya Rasa Suka

TANJUNG REDEB â€" Aksi pemerkosaan yang dilakukan MOR (37), warga Jalan Pembangunan II, Kecamatan… Selasa, 14 November 2017 09:42

Tak Sempat Membe sar, Api Hanguskan Kamar Mes Karyawan

TANJUNG REDEB â€" Musibah kebakaran kembali terjadi. Senin (13/11), sekitar pukul 09.00 Wita, kebakaran… Selasa, 14 November 2017 09:41

Suka Lupa Waktu, Ingin Terus Berbagi Ilmu

Terapi anti stres. Seperti itulah Yuli Eka Sari menggambarkan seperti apa asyiknya membatik. Bermain… Selasa, 14 November 2017 09:40

Proyek Pembangkit Unit 4 Tak Terealisasi, Rugikan Perusahaan dan Masyarakat

TANJUNG REDEB â€" Proyek pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati unit #4, yang belum… Selasa, 14 November 2017 09:38

Polisi Incar Pemesan Ulin Ilegal

TANJUNG REDEB â€" Setelah menerima dua tersangka beserta barang bukti satu unit truk dan 219 batang… Senin, 1 3 November 2017 10:38

Numpang Pulang Kerja, SP Diperkosa

TANJUNG REDEB â€" Nasib sial didapat SP (29), warga Jalan Raja Diwatinyu, Kampung Suaran, Kecamatan… Senin, 13 November 2017 10:36

Setahunan Jadi Keluhan Warga, Camat Sayangkan Relokasi TPA Tak Masuk Rencana Anggaran

TANJUNG REDEB â€" Camat Tan jung Redeb Yudha Budisantosa, mengharapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah… Senin, 13 November 2017 10:35

ADUH..!! Korban Tewas Lakalantas di Poros Berau-Samarinda Itu Bertambah

TANJUNG REDEB â€" Korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di poros Berau-Samarinda, Sabtu (11/11)… Senin, 13 November 2017 10:33

Cerdas Menggunakan Internet, Ajak Guru Berinovasi

GUNA membentuk wirausahawan muda, khususnya dari kalangan pelajar, Asisten Deputi Perlindungan Anak,… Minggu, 12 November 2017 12:00

DLHK Tak Permasalahkan TPA Belum Bisa Direlokasi, Yang Penting Pengelolaan

TANJUNG REDEB â€" Relokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga di Jalan Sultan Agung, dipastikan… Hasil Razia THM di Tanjung Redeb, Tiga Orang Diamankan Status Umar Masih Terperiksa, Penuhi Panggilan Polisi, Klaim Temukan Dalam Keadaan Mati Tunggu Pengembalian Kelebihan Uang Proyek Tali Mengikat Leher dan Mesin, Asriadi Diduga Tenggelamkan Diri ke Sungai KERAS..!! Begini Cara Pemkab Berau Disiplinkan PNS Guru dan Siswa Sambut Positif Amankan Tujuh Kubik Ulin Ilegal Dikenal Disiplin Numpang Pulang Kerja, SP Diperkosa Rentan Tertular, Anak di Bawah Umur Dilarang Masuk
  • Optimistis Mampu Sumbang Medali
  • Tanamkan Jiwa Wira Usaha sejak Dini
  • Sekkab Lepas Kontingen Special Olympics
  • Marlin 2 Raih Piala Bergilir Bupati
  • Baru Empat Pejabat Mendaftar Seleksi JPTP
  • Perketat Pengawasan di Tempat Umum
  • DARURAT...!! Populasi Orangutan Kalimantan Menurun
  • Di Jalur Hijau, Poskamling RT 6 Direlokasi
  • Kampung Diminta Fokus Pembangunan Ekonomi
  • Fokus di Titik Utama Penilaian Adipura
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Lokal,4,Nasional,1,
ltr
item
Berita 24 Kalimantan Timur: Lima Catatan soal Orangutan
Lima Catatan soal Orangutan
http://images1.prokal.co/prokalco/files/logo/logoproberau.png
Berita 24 Kalimantan Timur
http://www.kaltim.berita24.com/2017/11/lima-catatan-soal-orangutan.html
http://www.kaltim.berita24.com/
http://www.kaltim.berita24.com/
http://www.kaltim.berita24.com/2017/11/lima-catatan-soal-orangutan.html
true
6005123025390991206
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy