www.AlvinAdam.com


Berita 24 Kalimantan Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Chevron Indonesia Mulai Studi Pengembangan Proyek Gendalo ...

Posted by On 00.19

Chevron Indonesia Mulai Studi Pengembangan Proyek Gendalo ...

Chevron Indonesia Mulai Studi Pengembangan Proyek Gendalo-Gehem di Kalimantan Timur

Oleh : Hariyanto | Kamis, 14 Desember 2017 - 11:54 WIB

Chevron.(Ist)
Chevron.(Ist)

INDUSTRY co.id -Jakarta - Chevron Indonesia memulai kegiatan studi untuk mendalami lebih jauh alternatif pengembangan Proyek Gendalo-Gehem, yang merupakan tahap kedua dari Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kutai Basin, Kalimantan Timur.

Tahap pertama dari Proyek IDD, yakni Proyek Bangka, sudah berproduksi sejak Agustus 2016 dengan kapasitas terpasang 110 juta kaki kubik gas dan 4.000 barel kondensat per hari. Hingga saat ini, enam kargo Gas Alam Cair (LNG) hasil produksi Lapangan Bangka telah dikapalkan dari Terminal LNG Bontang, sebagai bagian dari Perjanjian Jual-Beli LNG Pro yek Bangka dengan Pertamina selama lima tahun.

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit, Chuck Taylor menyampaikan tentang kegiatan studi Proyek IDD tersebut dalam acara penandatanganan kontrak, yang disaksikan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, di atas unit produksi terapung West Seno, fasilitas di mana gas Lapangan Bangka diproses.

“Chevron telah menjadi mitra utama dalam pemenuhan kebutuhan energi Indonesia selama lebih dari 90 tahun, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan mendukung pengembangan masyarakat di area kami beroperasi,’’ kata Taylor dalam keterangan tertulis, Rabu (13/12/2017).

Penandatanganan dua kontrak tersebut terkait studi kelayakan pekerjaan keteknikan dan desain proyek IDD yang akan dikerjakan oleh PT Worley Parsons Indonesia untuk lingkup bawah laut (subsea) dan PT Tripatra Engineering untuk lingkup fasilitas produksi, merupakan kemajuan yang signifikan bagi proyek yang akan memberikan manfaat mendasar bagi masyarakat dan Pemer intah Indonesia.

Menurut Taylor, kegiatan studi ini akan mendalami alternatif-alternatif yang dapat menurunkan kebutuhan biaya kapital secara signifikan dan meningkatkan tingkat kelayakan proyek. “Kami menghargai dukungan Pemerintah Indonesia untuk Proyek IDD yang telah dimasukkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional,” katanya.

Pekerjaan dalam kontrak-kontrak tersebut diharapkan selesai pada 2018. Proyek IDD tahap kedua diperkirakan memiliki potensi total produksi gas alam sekitar 3 triliun kaki kubik.

Chevron (operator) memegang 63 persen saham kepemilikan di Proyek IDD (secara agregat), bersama mitra joint venture lainnya yaitu Eni, Tip Top, PHE dan para mitra Muara Bakau. (de)

Baca Juga

Pertamina Optimis Program BBM Satu Harga Capai Target di Akhir Tahun…
Tak Kunjung Turun, Impor Jadi Salah Satu Opsi Permasalahan Harga…
Prakash Chandran Resmi Jabat CEO Siemens Indonesia
Kementerian ESDM Buka Po sko Natal-Tahun Baru
PGN Bangun 10 Reaktor Biogas Berkapasitas 6-12 Kubik di Semarang

Industri Hari Ini

Ilustrasi perkebunan sawit. (Foto: IST)

Kamis, 14 Desember 2017 - 15:05 WIB

Industri Kelapa Sawit Bantu Kurangi Angka Kemiskinan

Usaha kelapa sawit telah membantu mengurangi angka kemiskinan di negara berkembang khususnya di Indonesia.

kelapa sawit

Kamis, 14 Desember 2017 - 15:01 WIB

APKASINDO: Sawit Bukan Penyumbang Emisi Gas Kaca

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau menepis konotasi negatif terkait emisi gas rumah kaca disumbangkan oleh sawit seperti yang dilontarkan… Bukalapak

Kamis, 14 Desember 2017 - 15:00 WIB

BukalapakKembali LuncurkanTujuh Produk Reksa Dana Terbaru di BukaReksa

Bukalapak kembali menghadirkan tujuh produk reksa dana di BukaReksa. Tujuh produk yang secara resmidiluncurkan pada pada awal Desember 2017 ini merupakan hasil kerja sama Bukalapak dengan PT…

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Kamis, 14 Desember 2017 - 14:56 WIB

Indonesia Kehilangan Potensi Pendapatan Perkebunan Rp507,5 Triliun

Indonesia pada tahun 2016 mengalami kehilangan potensi pendapatan dari sektor perkebunan sekitar Rp507,559 triliun akibat produktivitas hasil perkebunan yang rendah.

Gas Ilustrasi (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

Kamis, 14 Desember 2017 - 14:46 WIB

Tinggi nya Harga Gas Industri Picu Penghentian Operasi Sejumlah Perusahaan

Harga gas industri di Indonesia yang rata-rata saat ini sebesar US$8-US$10 per Million Metric British Thermal Unit (MMbtu) dinilai lebih mahal dibanding dengan negara-negara ASEAN.

selengkapnya

Industri Populer

1
Instansi Pemerintah Dilarang Rekrut Tenaga Honorer Lagi
2
JICA Kucurkan Rp 1 Triliun ke IIF untuk Pembangunan Infrastruktur RI
3
Jababeka Pecahkan Rekor Harga, Jual Properti Rp28 Juta/m2 Sold Out Dibanding Apartemen Rp8-12 juta/m2 di Cikarang
4
Apartemen 'High End' di Cikarang Semakin Diminati
5
Harbolnas 2017: Hari Ini 250 e-commerce Tawarkan Diskon Hingga 95 %
6
Indosat Ooredoo Hadirkan Inovasi Digital Baru Lewat Talenta Muda Indonesia di IWIC 11
7
Indovision Berganti N ama Jadi MNC Vision
8
Pupuk Indonesia Akan Tingkatkan Kapasitas Produksi Pupuk NPK 3,4 Juta Ton Hingga 2021
9
Ciptakan SDM Kompeten, Komatsu Indonesia Rangkul 35 SMK di Pulau Jawa
10
Program P&G Childrens Safe Drinking Water Menandai Pencapaian 13 Miliar Liter Air Bersih Secara Global

Magazine

Industri Fintech Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Majalah Industry

November 2017
Subscribe Scoop Logo

LOWONGAN KERJA

OPINI

Jerusallem (telegraph images)
Alasanologi Jerusalem Ibu Kota Israel
Hendra Triana
Digitalisasi Sistim Pembelajaran di Perguruan Tinggi Indonesia dengan Optimalisasi Infrastuktur ICT & LMS
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (Foto Dok Industry.co.id)
Terima Kasih Jenderal Gatot, Selamat Bertugas Marsekal Hadi
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto Ist)
Salut Hormat Untuk Jenderal Gatot Nurmantyo
Dar Edi Yoga Pimpinan Perusahaan Kantor Berita Politik RMO   L (foto Dok Industry.coid)
Kampanye Pilkada 2018 Sudah Dimulai
Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »