www.AlvinAdam.com


Berita 24 Kalimantan Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Pungli di Samarinda, Sidang Tuntutan Ketua Komura Molor 7 Jam

Posted by On 16.05

Pungli di Samarinda, Sidang Tuntutan Ketua Komura Molor 7 Jam

Pungli di Samarinda, Sidang Tuntutan Ketua Komura Molor 7 Jam Reporter:

Sapri Maulana (Kontributor)

Editor:

Rina Widiastuti

Kamis, 14 Desember 2017 23:45 WIB
Pungli di Samarinda, Sidang Tuntutan Ketua Komura Molor 7 Jam

Ketua Komura, Gaffar Abdul Jafar (tengah menggunakan kemeja) saat memasuki ruang sidang menelang sidang pembacaan tuntutan terkait kasus pungutan liar di Pelabuhan Samarinda. TEMPO/Sapri Maulana

TEMPO.CO, Samarinda - Pengadilan Negeri Samarinda dipadati pengunjung sejak siang hari, Kamis, 14 Desember 2017. Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Jafar Abdul Gaffar dan sekretarisnya Dwi Hari Winarno dijadwalkan menjalani sidang tuntutan kasus pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Palaran, Samarinda, pukul 15.00 Wita. Gaffar sudah tiba di ruang sidang, namun sidang molor hingga 7 jam. Hingga pukul 22.00 Wita belum dimulai.

Kasus pungli pelabuhan Samarinda ini terungkap pada pertengahan Maret 2017 oleh Satuan Sapu Bersih Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Saber Pungli Mabes Polri). Kepala Kepolisian Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Safaruddin, dalam rilis pasca-pengungkapan kasus itu menyebutkan kasus ini terungkap dari adanya laporan masyarakat.

Baca: Pungli Pelabuhan Samarinda Diduga Paling Banyak di Muara Berau

"Laporan yang masuk menyebutkan biaya yang dikeluarkan pengguna jasa cukup tinggi. Jika dibandingkan dengan di Surabaya, Jawa Timur, biaya untuk satu kontainer hanya Rp 10 ribu, sedangkan di Samarinda, untuk kontainer 20 feet dikenakan tarif Rp 180 ribu dan 40 feet Rp 350 ribu. Jadi selisihnya lebih dari 180 persen," kata Safaruddin.

Sebelumnya, polisi memperkirakan total pungli yang dilakukan Komura mencapai Rp 2,6 triliun terhitung sejak 2010 hingga 2017. Dalam kasus ini, polisi menyita uang Rp. 259.470.712.473, lima unit kendaraan roda empat, enam unit roda dua, juga satu unit rumah dan tanah.

Komura selaku penyedia jasa tenaga kerja bongkar muat (TKBM) diduga kuat melakukan pungutan liar karena meminta tarif lebih besar dari ketentuan yang berlaku. Dari penjelasan polisi sebelumnya, diduga seluruh dana yang diperoleh secara melawan hukum karena perusahaan yang menggunakan jasa TKBM Komuta diketahui menolak tarif yang ditetapkan. Masih dari keterangan pengungkapan kasus itu, jika perusahaan menolak membayar maka ada intimidasi yang dilakukan dalam bentuk pengerahan massa guna mencapai tujuan Komura.

Baca: Pungli Pelabuhan Samarinda, Polri: Komura Terima Rp 2 Triliun

"Padahal di Pelabuhan Peti Kemas Palaran itu sudah menggunakan mesin atau crane, tapi mereka meminta bayaran, namun tidak melalui kegiatan buruh," ujar Safaruddin.

Beberapa saat setelah kasus itu dibongkar oleh Saber Pungli Mabes Polri, Gaffar sempat mengelak pihaknya melakukan pungli. Menurut dia, uang yang diperoleh Komura adalah murni hasil keringan buruh TKBM. “Itu bukan uang hasil curian, murni hasil keringat buruh,” kata Gaffar pertengahan April 2017.

Terkait
  • Hasil Riset, Pengadilan Negeri Masih Marak Pungli

    Hasil Riset, Pengadilan Negeri Masih Marak Pungli

    23 hari lalu
  • Komjen Putut Eko Sebut Satgas Saber Pungli Sebagai Bayi Ajaib

    Komjen Putut Eko Sebut Satgas Saber Pungli Sebagai Bayi Ajaib

    27 hari lalu
  • Komjen Putut Eko Jadi Pimpinan Satgas Saber Pungli

    Komjen Putut Ek o Jadi Pimpinan Satgas Saber Pungli

    27 hari lalu
  • Lulung Sangsi dengan Temuan Ombudsman Soal Pungli di Tanah Abang

    Lulung Sangsi dengan Temuan Ombudsman Soal Pungli di Tanah Abang

    29 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Ga   njar Pranowo Siap Mundur jika Terlibat Korupsi E-KTP

    Ganjar Pranowo Siap Mundur jika Terlibat Korupsi E-KTP

    7 jam lalu
  • Andi Narogong: Saya Menyesal Telah Melukai Perasaan Bangsa Ini

    Andi Narogong: Saya Menyesal Telah Melukai Perasaan Bangsa Ini

    11 jam lalu
  • Tujuh Rising Star Golkar Versi LSI

    Tujuh Rising Star Golkar Versi LSI

    13 jam lalu
  • MK Putuskan Pegawai Boleh Menikah dengan Teman Sekantor

    MK Putuskan Pegawai Boleh Menikah dengan Teman Sekantor

    15 jam lalu
  • Foto
  • Perum PPD Luncurkan Bus Bandara Soekarno Hatta

    Perum PPD Luncurkan Bus Bandara Soekarno Hatta

    9 jam lalu
  • Prosesi Pemakaman T   okoh Politikus AM Fatwa

    Prosesi Pemakaman Tokoh Politikus AM Fatwa

    12 jam lalu
  • Kisah Keluarga yang Tinggal di Rumah Pohon karena Faktor Ekonomi

    Kisah Keluarga yang Tinggal di Rumah Pohon karena Faktor Ekonomi

    13 jam lalu
  • Ini Barang-barang Terlarang yang Kerap Ditemukan di Sidak Lapas

    Ini Barang-barang Terlarang yang Kerap Ditemukan di Sidak Lapas

    14 jam lal u
  • Video
  • AM Fatwa Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

    AM Fatwa Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

    8 jam lalu
  • AM Fatwa Wafat, Par   a Tokoh Melayat ke Rumah Duka

    AM Fatwa Wafat, Para Tokoh Melayat ke Rumah Duka

    14 jam lalu
  • Melawan Saat Akan Ditangkap, Polisi Tembak Mati Residivis

    Melawan Saat Akan Ditangkap, Polisi Tembak Mati Residivis

    19 jam lalu
  • INDONESIALEAKS: Peran Informan Publik dalam Pemberantasan Korupsi

    INDONESIALEAKS: Peran Informan Publik dalam Pemberantasan Korupsi

    20 jam lalu
  • terpopuler
  • 1

    Fredrich Yunadi: Praperadilan Setya Nov anto Memang Harus Gugur

  • 2

    Kisah Ceramah A.M Fatwa yang Mengantarnya ke Penjara

  • 3

    Putusan Sidang Praperadilan Setya Novanto Dipercepat

  • 4

    Pulang dari KTT OKI, Jokowi Undang Panglima dan Kastaf Angkatan

  • 5

    Terpilih Jadi Ketua Umum Golkar, Airlangga Doakan Setya Novanto

  • Fokus
  • Setya Novanto Dinilai Berbohong, KPK Akan Perberat Tuntutan?

    Setya Novanto Dinilai Berbohong, KPK Akan Perberat Tuntutan?

  • Ketika Banjir Menyapa Anies Baswedan Lebih Cepat

    Ketika Banjir Menyapa Anies Baswedan Lebih Cepat

  • Maut Difteri Akibat Emoh Imunisasi

    Maut Difteri Akibat Emoh Imunisasi

  • Setya Novanto Diduga Perintahkan Aliran Dana E-KTP Disamarkan

    Setya Novanto Diduga Perintahkan Aliran Dana E-KTP Disamarkan

  • Terkini
  • Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Larangan Total Iklan Rokok

    Mahkamah Konstitusi Tolak Permohonan Larangan Total Iklan Rokok

    1 jam lalu
  • Andi Narogong Bantah Salah Gunakan Wewenang Setya Novanto

    Andi Narogong Bantah Salah Gunakan Wewenang Setya Novanto

    1 jam lalu
  • Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Award 2017

    Nurdin Abdullah dan Heru Pambudi Raih Bung Hatta Award 2017

    2 jam lalu
  • Panglima TNI: Tentara di Perbatasan Akan Dapat Tunjangan Khusus

    Panglima TNI: Tentara di Perbatasan Akan Dapat Tunjangan Khusus

    2 jam lalu
  • Airlangga Ketum Golkar, Nurdin Halid: Kepengurusan Bisa Berubah

    Airlangga Ketum Golkar, Nurdin Halid: Kepengurusan Bisa Berubah

    3 jam lalu
  • Pungli di Samarinda, Ketua Komura Dituntut 15 Tahun Bui

    Pungli di Samarinda, Ketua Komura Dituntut 15 Tahun Bui

    4 jam lalu
  • Pungli di Samarinda, Sidang Tuntutan Ketua Komura Molor 7 Jam

    Pungli di Samarinda, Sidang Tuntutan Ketua Komura Molor 7 Jam

    7 jam lalu
  • Maqdir Ismail Sebut Ada 2 Kejanggalan dalam Dakwaan Setya Novanto

    Maqdir Ismail Sebut Ada 2 Kejanggalan dalam Dakwaan Setya Novanto

    10 jam lalu
  • Panglima TNI Hadi Tjahjanto Masih Menyeleksi Calon KSAU

    Panglima TNI Hadi Tjahjanto Masih Menyeleksi Calon KSAU

    10 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Piala Dunia 2018, Tim Dengan Pemain Naturaliasi Terbanyak

    Tim nasional Maroko menjadi peserta Piala Dunia 2018 yang memiliki pemain naturalisasi terbanyak.

    Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »