www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

BPS: Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Indonesia Rendah

Posted by On 22.40

BPS: Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Indonesia Rendah

BPS: Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Indonesia Rendah

Jumat, 15 Desember 2017 Jam: 16:11:59 WIBBPS: Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Indonesia RendahIlustrasi.

KLIKKALTIM.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan ketimpangan masih jadi persoalan dalam pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia. Meskipun demikian, pada skala 0-10, indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi Indonesia pada 2016 ada di level 4,34. Catatan ini naik dari indeks di 2015 yang cuma sebesar 3,88.

Indeks tersebut lantas dijadikan BPS sebagai suatu ukuran standar yang dapat menggambarkan tingkat pembangunan teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah, kesenjangan digital, serta potensi pengembangan TIK. Semakin rendah nilai pada indeks itu artinya pembangunan TIK di suatu wilayah masih belum optimum, begitu juga sebaliknya.

“Betul ada kenaikan dari indeks di 2015 ke 2016, terutama karena adanya penggunaan internet. Meski ada capaian, tapi ada daerah yang masih tertinggal,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di kantornya pada Jumat (15/12/2017).

Lebih lanjut, BPS mencatat bahwa di antara 34 provinsi yang ada di Indonesia, provinsi dengan indeks pembangunan tertinggi di 2016 adalah DKI Jakarta dengan perolehan 7,41. Berturut-turut di bawahnya ada Daerah Istimewa Yogyakarta dengan indeks sebesar 6,12, dan Kalimantan Timur yang sebesar 5,84.

Sementara itu, tiga provinsi dengan indeks pembangunan teknologi informatika dan komunikasi terbawah, ada Sulawesi Barat di level 3,02, Nusa Tenggara Timur dengan angka 2,75, dan Papua yang sebesar 2,41.

“Ini menunjukkan persoalan yang dihadapi Indonesia adalah disparitas. Secara nasional, provinsi di Indonesia wilayah timur masih tertinggal,” ungkap Suhar iyanto.

Dia menambahkan posisi indeks pembangunan TIK di Indonesia terhadap standar dunia juga belum begitu baik. Dari 176 negara, Indonesia berada di peringkat 111 pada 2016.

Kendati naik 3 poin dari posisinya pada angka 114 di 2015 lalu, namun posisi Indonesia masih jauh dari sejumlah negara tetangga lain, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

“Posisi Indonesia ini berada di atas negara Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste,” kata Suhariyanto lagi.

Angka hasil penghitungan BPS untuk indeks pembangunan TIK itu ternyata sejalan dengan indeks yang dirilis International Telecommunication Union (ITU). Di 2016, ITU menempatkan Indonesia pada level 4,33, naik dari posisinya di 2015 yang sebesar 3,85.

Berdasarkan subindeksnya, akses dan infrastruktur penggunaan naik dari 4,81 di 2015 menjadi 4,88 di 2016. Selain itu, secara year-on-year untuk indikator penggunaan pun naik dari 2,21 (2015) menjadi 3,19 (2016), dan keah lian meningkat dari 5,38 (2015) ke 5,54 (2016).

“Adanya lonjakan penggunaan mengindikasikan persentase penduduk yang mengakses internet peningkatannya luar biasa,” ucap Suhariyanto. (*)

Reporter : Omar N Editor : Rama Dwi Pradipta

Baca Juga

  • Polisi Gerebek Pesta Seks Sesama Jenis di Jakarta
  • Hetifah Harap Kaltim Tak Selalu Bergantung Tambang
  • Dicari, 13.053 Tenaga Pendamping Desa sampai 31 Agustus
  • Terdakwa Narkoba asal Malaysia Dituntut Hukuman Mati
  • CATAT..!! 7 Agustus, Gerhana Bulan akan Lewati Indonesia

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »