www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Difteria Mengancam, Walikota Neni Imbau Murid SD Divaksin

Posted by On 21.02

Difteria Mengancam, Walikota Neni Imbau Murid SD Divaksin

Difteria Mengancam, Walikota Neni Imbau Murid SD Divaksin

Minggu, 03 Desember 2017 Jam: 08:51:31 WIBDifteria Mengancam, Walikota Neni Imbau Murid SD DivaksinWalikota Bontang, Neni Moerniaeni.

KLIKBONTANG.COM- Wabah penyakit difteri sudah menjalar hingga 23 provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Walikota Bontang, Neni Moerniaeni pun mengimbau kepada para orangtua untuk melindungi anak dengan vaksin.

"Imunisasi adalah perlindungan terbaik terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri, dan dapat diperoleh dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta," imbau Neni di sela upacara HUT Guru ke-72 tahun di Lapangan Bessai Berinta, Sabtu, 2 Desember 2017.

Pemberian vaksin itu, kata Neni diperuntukan bagi anak di bawah usia 1 tahun, lalu diulang lagi ketika masuk usia sekolah. Difteri sendiri adalah penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Sudah ada vaksin difteri untuk mencegah penularannya namun saat ini di Indonesia terjadi peningkatan kasus.

Difteri sendiri dapat menyebabkan kematian karena melepaskan lapisan saluran pernapasan sehingga menutup jalur pernapasan. Selain itu, kematian juga dapat terjadi karena menyebabkan peradangan pada otot jantung. Sistem saraf juga sering terkena sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Saking bahayanya penyakit ini, semua orang yang melakukan kontak dengan penderita atau orang yang terinfeksi harus diisolasi atau disterilkan selama 10 hari. Infeksi yang tidak diobati selama 6 hari meningkatkan risiko kematian sebesar 30 persen.

“Saya imbau bagi anak SD untuk mengikuti BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), saya ingatkan takutnya nanti lupa,” tambah dokter spesial kandungan itu.

Neni mengatakan kunci dari penanganan kasus difteri adalah pengenalan gejala awal, yaitu keberadaan sejenis selaput kotor di tenggorokan. Selaput tersebut, jika dibiarkan maka akan menutup jalan napas karena terajadi pembengkakan yang menekan tenggorokan.

"Sebab bakterinya bisa produksi racun. Bisa masuk ke jantung dan saraf, itu menyebabkan kematian, masa inkubasinya 2-4 hari," katanya. (*)

Reporter : Zaenul Fanani Editor : Nur Aisyah

Baca Juga

  • Apa Enak Jadi Dokter? Begini Curhatan dr Fakhruzzabadi SpOG Mkes
  • Bontang Darurat DBD, Yuk Kenali Gejala dan Tipsnya dari dr Yunita
  • Bolehkah Ibu Hamil dan Menyusui Berpuasa? Ini Penjelasan Dokter Fakhruzzabadi (Bagian-1)
  • 5 Faktor yang Memengaruhi untuk Mendapatkan Bayi Kembar
  • Jangan sampai Kecanduan Film Porno seperti Wanita Ini

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »