www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Menghitung Peluang Sofyan Hasdam Calon Kaltim 1 atau 2

Posted by On 03.06

Menghitung Peluang Sofyan Hasdam Calon Kaltim 1 atau 2

Menghitung Peluang Sofyan Hasdam Calon Kaltim 1 atau 2

Sabtu, 16 Desember 2017 Jam: 08:13:04 WIB Menghitung Peluang Sofyan Hasdam Calon Kaltim 1 atau 2Sofyan Hasdam.

KLIKBONTANG.COM- Penunjukan Andi Sofyan Hasdam sebagai Plt Ketua DPD 1 Golkar Kalimantan Timur menggantikan Rita Widyasari membuat kans sebagai bakal calon Gubernur Kaltim kian besar.

Apalagi, pascapenetapan ini Sofyan punya wewenang membenahi kepengurusan untuk memacu mesin partai menghadapi Pemilihan Gubernur Kaltim 2018 mendatang. Hal ini tertuang dari Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor : KEP-264/DPP/GOLKAR/XII/2017. Di dalam SK tersebut, disebutkan Plt diminta segera melakukan konsolidasi internal partai. Kemudian, dapat melakukan revitalisasi pengurus DPD Partai Golkar Kaltim apabila diperlukan.

Revitalisasi t ersebut dalam rangka persiapan penyusunan Musyawarah Daerah Luas Biasa (Musdalub) sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) nomor : Juklak-5/DPP/GOLKAR/VI/2016. Sofyan mengakui, perombakan yang dilakukan akan dilakukan menyeluruh. Pun demikian, hal ini masih akan dirapatkan kembali dengan internal partai. "Yang jelas ada revitalisasi, tapi masih akan kami rapatkan lebih dulu," katanya. KLIK JUGA: BREAKING NEWS: Jadi Plt, Sofyan Hasdam Dipastikan Maju Pilgub Kaltim

Tiga pekan sebelum penetapan ini, dewan pimpinan pusat (DPP) partai berlambang beringin pasang ancang-ancang. Mereka menggelar survei mencari figur pengganti Rita mengantisipasi gagal nyalon.

Sofyan Hasdam mengaku tak ingin kelabakan menentukan figur pengganti Rita. Dia lantas memastikan survei tersebut menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan bakal calon gubernur (cagub) dari Golkar. Dalam pengambilan keputusan, hasil survei menjadi faktor dominan selain mendengar aspira si daerah.

"Yang pasti, seseorang yang akan diusung mesti memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas yang tinggi," kata Sofyan kala itu.

Namun, Sofyan enggan mengungkapkan hasil survei yang telah keluar pertengahan November lalu. “Saya sudah tahu, tapi tidak bisa saya paparkan,” ujarnya.

Survei itu juga menjadi bahan kajian DPP, tetap maju sendiri atau berkoalisi dengan partai politik lain dalam berebut kursi KT 1. Ya, sebagai partai pemenang Pemilu 2014 di Kaltim, Golkar memiliki 13 kursi di DPRD Kaltim. Tanpa berkoalisi, Golkar bisa mendaftarkan bakal cagub dan calon wakil gubernurnya sendiri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab, jumlah bangku yang dimiliki melebihi syarat minimal pengusungan calon, yakni 11 kursi.

“Perlu waktu hingga keputusan tersebut terbit. Pertengahan atau pekan ketiga Desember, ketetapan DPP terbit mengenai itu (cagub dan cawagub serta maju sendiri atau berkoalisi),” terangnya.

Dalam melakukan su rvei untuk mengukur tingkat pengenalan dan elektabilitas kandidat bakal cagub Kaltim, DPP Golkar menggandeng Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Dengan menghilangkan nama Rita Widyasari yang sedang menjalani proses hukum di KPK, LSI mendapati sosok Syaharie Jaang sebagai bakal cagub dengan tingkat elektabilitas tertinggi.

“Selain Jaang ada nama lain yang menonjol, yakni Yusran Aspar (bupati Penajam Paser Utara), Isran Noor (mantan bupati Kutim), Safaruddin (Kapolda Kaltim), dan Andi Sofyan Hasdam,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa.

Disebutkan Ardian, Jaang menduduki posisi tertinggi dengan persentase elektabilitas sekitar 20 persen. Sementara kandidat di bawah Jaang persentasenya hanya belasan persen dengan selisih yang tidak terlalu jauh. Bahkan berimpitan.

Fakta lain yang terungkap dari hasil survei adalah dari sekian banyak kader potensial Golkar, hanya dua nama yang masuk riset, yakni Andi Sofyan Hasdam dan Ketua Harian DPD Golkar Kaltim Makmur HAPK. Dengan begitu, dari kader partai beringin, keduanya dianggap paling berpeluang.

Itu pun, yang tertinggi dari keduanya hanya menempati urutan kelima untuk urusan elektabilitas. Artinya, masih kalah dengan figur eksternal Golkar. “Ada 19 tokoh yang kami survei. Di bawah 5 besar itu ada Makmur HAPK, Rizal Effendi (wali kota Balikpapan), dan Rusmadi (sekprov Kaltim),” tutur dia.

Survei yang dilakukan Partai Golkar itu, tambah dia, sengaja menanggalkan nama ketua DPD Partai Golkar Kaltim karena mempertimbangkan proses hukum yang sedang berlangsung. Terlepas Rita dinyatakan bersalah atau tidak. Namun, kemungkinan Rita berlaga di Pilgub Kaltim kecil. Kecuali Rita ditetapkan bebas dan proses hukumnya tidak berlanjut.

“Berdasar catatan kami, situasi sekarang masih cair. Mayoritas masyarakat Kaltim masih bingung menentukan pilihan setelah Rita tidak ada. Persentasenya mencapai sekitar 50â€"60 persen,” ungkapnya. KLIK JUGA: Sofyan: Peng urus Golkar Kaltim Bakal Dirombak

Survei yang dilakukan kepada 600 responden tersebar di 10 kabupaten/kota se-Kaltim secara proporsional itu, lanjut dia, masih bakal dilakukan secara periodik. “Survei Golkar kemungkinan masih dilakukan 2â€"3 kali lagi (sebelum pendaftaran cagub dan cawagub ke KPU pada 8 Januari 2018),” sebutnya. (*)

Reporter : Omar N Editor : Nur Aisyah

Baca Juga

  • Neni Tanya Silpa, Ini Jawaban Adi Darma
  • Adi Sebut Program Rp 200 Juta Per RT Bebani APBD, Berikut Jawaban Neni
  • Diduga Lakukan Kampanye Hitam, Pegawai Honor Diamankan Panwas Bontang
  • Dilantik Gubernur Awang, Neni-Basri Resmi Pimpin Bontang Lima Tahun Kedepan
  • KPU Selesai Ngitung, Neni-Basri Unggul 11 Persen dari Adi-Isro

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »