www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PTN dan PTS di Kaltim Keluhkan Kekurangan Dosen

Posted by On 20.44

PTN dan PTS di Kaltim Keluhkan Kekurangan Dosen

PTN dan PTS di Kaltim Keluhkan Kekurangan Dosen

. Rubrik Serba Serbi Dilihat: 67

JAKARTA â€" Minimnya sarana prasana serta kekurangan tenaga pengajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tentu akan mempengaruhi kualitas mutu pendidikan. Permasalahan ini, menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri hampir terjadi di semua daerah, dan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.

"PTN dan PTS di Kalimantan Timur juga mengeluhkan sarana prasananya minim, kekurangan dosen seperti daerah lainnya," ungkapnya baru-baru ini sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman dpr.go.id, Sabtu (16/12/2017).
Selain itu, Fikri juga beranggapan , pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mencabut moratorium pengangkatan dosen menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, permasalahan kekurangan dosen tersebut, dinilai akan menghambat upaya pencerdasan anak bangsa. Selain itu, walaupun monatorium salah satu solusi, namun hal itu sangat sulit untuk segera direalisasikan karena akan melibatkan lintas kementerian dan menyangkut anggaran.
Namun Fikri juga menyampaikan solusi, seharusnya pemerintah daerah diberi kewenangan mengangkat tenaga pengajar, baik honorer maupun PTT, sehingga kekurangan itu bisa tertutupi.
"Padahal kan sudah tertera dengan jelas amanat undang-undang untuk mencerdaskan anak bangsa," imbuhnya.
Fikri berharap, semua regulasi harus dikaji dengan baik, jangan sampai regulasi itu justru menghambat sebuah kemajuan. Permasalahan-permasalahan terkait regulasi itulah yang banyak kita temukan di daerah.
"Saat ini pendidikan di Indonesia juga belum memiliki format pendidikan atau grand design pendidikan secara khusus dan jelas. Maksudnya, peraturan yang ada saat ini belum secara khusus menjelaskan arah pendidikan Indonesia itu berorientasi pada akademisi, profesi atau bahkan vokasi," ujarnya.
Oleh karena itu, Fikri mendorong agar pemerintah, pemerhati pendidikan dan semua institusi terkait untuk bersama membahas grand design pendidikan tersebut. Sehingga, prospek pendidikan Indonesia ke depan semakin terarah.
“Apalagi pada tahun 2018 akan banyak tenaga pengajar yang pensiun, maka pemerintah harus segera memikirkan solusi untuk mengisi kekosongan itu,” tandasnya.(skr,mp/bnc)

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »