www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cawagub Kaltim Meninggal karena Pendarahan Otak

Posted by On 01.01

Cawagub Kaltim Meninggal karena Pendarahan Otak

Home > Nasional > Berita Politik Cawagub Kaltim Meninggal karena Pendarahan Otak Abi Sarwanto, CNN Indonesia Selasa, 27/02/2018 19:37 WIB Cawagub Kaltim Meninggal karena Pendarahan Otak Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur Nusyirwan meninggal dunia. (bpkp.go.id) Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Gubernur Kalimantan Timur Nusyirwan Ismail meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Selasa (27/2) pukul 12.32 Wita. Menurut dokter RSUD Abdul Wahab, Nusyirwan meninggal karena mengalami pendarahan di bagian otak.< br/>"Nusyirwan Ismail sempat mengalami pembengkakan pada bagian otaknya pascaoperasi yang mengakibatkan otak tidak berfungsi (brain death) hingga kemudian meninggal dunia," kata Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie, dr Rachim Dinata seperti dikutip dari Antara.
Rachim mengatakan Nusyirwan dirawat di RSUD sejak Jumat (23/2). "Kondisi Pak Nusyirwan sudah tidak sadarkan diri akibat pecah pembuluh darah di bagian kepala," kata Rachim.
Nusyirwan maju di Pilkada Kaltim 2018 mendampingi calon gubernur Andi Sofyan Hasdam. Keduanya diusung partai Golkar dan NasDem. Pasangan tersebut mendapat nomor urut satu.
Nusyirwan saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Samarinda.
Sebelum dibawa ke RS pada Jumat (23/2) Nusyirwan Ismail pingsan saat bersama berkampanye bersama Andi Sofyan Hasdam di wilayah Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sementara, di RSUD sejumlah kerabat mendatangi RSUD AW Sjahranie. Terlihat pula tim pemenangan pasa ngan Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail di lokasi yang sama.
"Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Bapak Nusyiwan Ismail," kata anggota tim pemenangan yang juga anggota DPRD Kaltim dari Partai Nasdem, Syaifuddin Zuhri.
Saat ini, jenazah Nusyirwan Ismail telah dibawa ke rumah duka di Jalan Basuki Rahmad Samarinda untuk disemayamkan.
Rencananya Nusyirwan akan dimakamkan di TPU Muslimin Jalan Abul Hasan yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka.
"Insyaallah jenazah Pak Nusyirwan Ismail dimakamkan besok (Rabu, 28/2)," kata kerabat almarhum Muhammad Erwin Darjat.
Belum Tentukan Pengganti
Calon Gubernur Kalimantan Timur Andi Sofyan Hasdam berduka cita atas meninggalnya calon wakil gubernur yang menjadi pasangannya di Pilkada Kaltim 2018, Nusyirwan Ismail.
Berdasarkan pasal 82 peraturan KPU nomor 3 tahun 2017 calon yang berhalangan karena meninggal dapat diganti oleh partai politik yang me ngusung.
Namun, Sofyan mengatakan untuk pergantian Nusyirwan, dia menyerahkan sepenuhnya mekanismenya kepada partai pengusungnya yakni Golkar dan Nasdem.
"Kami berdua maju di pilgub diusung oleh partai, dan atas kejadian duka ini kami juga akan melaporkan kepada partai, dan apapun keputusannya kita serahkan ke partai," kata Sofyan.
Meski baru dekat dengan Nusyirwan khususnya saat Pilkada 2018, Sofyan Hasdam mengakui bahwa Nusyirwan merupakan orang baik dan penuh dedikasi.
Sementara sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G. Plate mengatakan sesuai aturan perundang-undangan maka pencalonan Nusyirwan tetap berjalan.
"Ini masih suasana duka. Kita mendoakan semoga khusnul khatimah. Tapi kalau proses politik jalan terus dengan Golkar untuk memenangkan Pilkada Kaltim," kata Jhonny saat dihubungi.
Untuk itu, kata Jhonny, meski bakal memengaruhi pencalonan namun pihaknya akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu untuk menentukan langkah lebih l anjut.
"Proses tetap akan berjalan tetap semangat akan lakukan rekoordinasi, tim harus lebih kuat. Tapi berpolitik dalam segala cuaca harus kita hadapi," ujarnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan sesuai dengan UU Pilkada jika ada calon yang meninggal dunia maka partai politik berhak mengajukan calon pengganti.
"Tentu kita tim Pilkada nanti akan rapat terlebih dahulu mengambil langkah-langkah sesuai dengan aturan UU yang berlaku," kata Ace terpisah.
Namun Ace mengatakan Golkar belum berkomunikasi dengan NasDem sebagai mitra koalisi untuk menentukan pengganti Nusyirwan.
"Belum, secara resmi suasana masih berduka. Belum ada pembicaraan resmi," katanya.
(ugo) Berita Terkait

  • Ganjar Nilai Pencapresan Jokowi Berdampak Positif di Pilgub

    Ganjar Nilai Pencapresan Jokowi Berdampak Positif di Pilgub

    3 hari yang lalu
  • Utak-atik dan Politisasi Anggaran Daerah di Tahun Politik

    Utak-atik dan Politisasi Anggaran Daerah di Tahun Politik

    6 hari yang lalu
  • KPU Ingin Ubah Pola Pikir Paslon Saat Kampanye Pilkada

    KPU Ingin Ubah Pola Pikir Paslon Saat Kampany e Pilkada

    1 minggu yang lalu
  • Kampanye Pilkada Dimulai, Paslon Tak Boleh Gunakan Isu SARA

    Kampanye Pilkada Dimulai, Paslon Tak Boleh Gunakan Isu SARA

    1 minggu yang lalu
  • Raisa Turut Amankan Pilkada di Sulsel

    Raisa Turut Amankan Pilkada di Sulsel

    2 minggu yang lalu
  • Mereka yang Berambisi Nyalon Diduga Pakai Duit 'Haram'

    Mereka yang Berambisi Nyalon Diduga Pakai Duit 'Haram'

    2 minggu yang lalu
Berita Lainnya
  • Polemik Foto Tokoh Bangsa, Mendagri Persilakan Uji Materi

    Polemik Foto Tokoh Bangsa, Mendagri Persilakan Uji Materi

    1 jam yang lalu
  • Cerita di Balik Kas   us Suap KPUD Garut

    Cerita di Balik Kasus Suap KPUD Garut

    7 jam yang lalu
  • Larang Foto Sukarno di Pilkada, KPU Ingin Fokus ke Visi-Misi

    Larang Foto Sukarno di Pilkada, KPU Ingin Fokus ke Visi-Misi

    8 jam yang lalu
  • Dirundung Kasus Suap, KPU Garut Dituntut Segera Berbenah

    Dirundung Kasus Suap, KPU Garut Dituntut Segera Berbenah

    1 hari yang lalu
TERPOPULER
  • Polemik Foto Tokoh Bangsa, Mendagri Persilakan Uji Materi

    Polemik Foto Tokoh Bangsa, Mendagri Persilakan Uji Materi

    1 jam yang lalu
  • PSI Heran Keberadaan Sunny 'Ahok' Baru Diributkan Sekarang

    PSI Heran Keberadaan Sunny 'Ahok' Baru Diributkan Sekarang

    7 jam yang lalu
  • Wali Kota Kendari Ditangkap KPK, PAN Monitor Pengurus Wilayah

    Wali Kota Kendari Ditangkap KPK, PAN Monitor Pengurus Wilayah

    5 jam yang lalu
  • MK Tegaskan Jusuf Kalla Tak Bisa Maju Lagi Cawapres

    MK Tegaskan Jusuf Kalla Tak Bisa Maju Lagi Cawapres

    4 jam yang lalu
Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »