www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

PT Pupuk Kaltim antisipasi kelangkaan pupuk di Jatim, ini upayanya

Posted by On 17.46

PT Pupuk Kaltim antisipasi kelangkaan pupuk di Jatim, ini upayanya

Rudi Sulistya, Staf Penjualan Jatim PT Pupuk Kaltim. FOTO: Iwan-licom
Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) berupaya mengatasi kelangkaan pupuk di Jawa Timur.

Salah satu langkah yang diambil ialah dengan menyediakan stok pupuk Urea lebih tinggi dari jatah yang ditentukan.

Tommy Johan Agosta Staf Direktur Komersil menyampaikan, untuk distribusi di Jawa Timur (Jatim), saat ini PT Pupuk Kaltim selain menyediakan stok untuk subsisdi juga mempunyai stok non subsidi.

Selama musim tanam ini, kata dia, dipastikan stok masih akan cukup, karena jatah Jawa Timur selama satu tahun ini sebesar 1,111 juta ton.

“Untuk di Jatim sendiri khusus non subsidi kita punya stok sekitar lima ribuan (kg) di gudang lini dua yang sudah kita salurkan ke lini tiga,” kata Tommy kepada wartawan, Rabu (09/05/2018) di Surabaya.

Tommy memaparkan, secara keseluruhan untuk di Indonesia, Pupuk Kaltim sudah menyalurkan 536.758 ton urea subsidi. Jumlah ini 36 persen dari alokasi Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian (Mentan). Sedangkan untuk NPK subsidi sebesar 69.187 ton atau 42 persen dari alokasi SK Mentan.

“Dalam mengamankan distribusi pupuk subsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, Pupuk Kaltim telah meningkatkan stok di daerah melebihi ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Untuk pupuk subsidi dikatakan Tommy sudah tidak terjadi masalah yang berarti. Saat ini yang menjadi perhatian Pupuk Kaltim adalah untuk pupuk non subsidi.

Menurutnya, saat ini kebutuhan pupuk memang tidak mencukupi untuk diberikan pupuk subsidi. Hal ini dikarenakam kebutuhan pupuk subsidi lebih besar dari yang ditentukan pemerintah.

“Seperti yang disebutkan tadi ada gap sekitar 21 persen dari total kebutuhan yang tidak terpenuhi. Kekurangan tersebut saat ini bisa dipenuhi dengan pupuk non subsidi,” jelasnya.

Sementara itu, Rudi Sulistya Staf Penjualan Jatim menyampaikan, distribusi pupuk bersubsidi akan disalurkan sesuai data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sesuai yang disusun oleh petani.
“Kuota pupuk bersubsidi memang diperoleh dari data kebutuhan kelompok petani. Kios yang menyalurkan juga sudah kita tentukan jadi istilahnya distribusi tertutup dan selalu dalam monitoring,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, dalam monotoring di lapangan pihaknya juga menemu kan pupuk yang beredar di petani yang labelnya hampir mirip dengan Urea dan NPK yang diproduksi oleh PT Pupuk Kaltim.

“Kita tidak bisa bilang itu palsu atau bukan. Namun jika diteliti memang labelnya hampir mirip namun bukan produksi kita,” jelasnya.@wan

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »