www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Timur

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bertemu Orangutan di Alam Liar,? Jangan Panik, Lakukan Langkah Ini

Posted by On 03.20

Bertemu Orangutan di Alam Liar,? Jangan Panik, Lakukan Langkah Ini

Bertemu Orangutan di Alam Liar,? Jangan Panik, Lakukan Langkah Ini

Apa yang kita lakukan jika bertemu orangutan liar secara langsung di alam atau di lahan masyarakat/perkebunan? Lari, menghalau, atau malah mendekat?.

Bertemu Orangutan di Alam Liar,? Jangan Panik, Lakukan Langkah IniGreenpeace/ Ulet Ifansastiorangutan

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Apa yang kita lakukan jika bertemu orangutan liar secara langsung di alam atau di lahan masyarakat/perkebunan? Lari, menghalau, atau malah mendekat?.

Pada pertemuan selama 2 hari di Hotel Midtown Samarinda, Forum Kawasan Ekosistem Esensial Wehea Kelay bekerjasama dengan BKSDA Kalimantan Timur, Balitek KSDA dan The Nature Conser vancy Indonesia mengadakan pelatihan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Tercatat perwakilan dari tujuh Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Alam (IUPHHK-HA), kelompok Petkuq Mehuey (penjaga Hutan Lindung Wehea), dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur hadir dalam Pelatihan berjudul Mitigasi Konflik Orangutan-Manusia di dalam Konsensi Perusahaan Kayu di Kawasan Ekosistem (KEE) Esensial Wehea-Kelay.

Baca: Pemain Persiba Dilarikan ke Rumah Sakit Gara-gara Derita Penyakit Ini

“Konflik manusia-orangutan (KMO) adalah segala interaksi antara manusia dan orangutan yang mengakibatkan pengaruh negatif pada kondisi sosial, ekologi, ekonomi atau budaya di kedua belah pihak,” ujar Arif Rifqi, Spesialis Orangutan dari The Nature Conservancy Indonesia, Jumat (1/6/2018)

Konflik dua makhluk hidup ini adalah hal yang niscaya. “Konversi Hutan dan pembangunan infrastruktur adalah penyebab utama konflik,” kata Arif.

Habit at orangutan semakin terdesak. Sementara kata Arif, manusia dan unit bisnis membutuhkan areal yang lebih luas dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam.

Solusi ideal dalam menjembatani konflik manusia dan orangutan adalah melindungi habitat dan populasi orangutan. Namun, banyak tantangan dan waktu yang dibutuhkan dalam mencapai kondisi ideal tersebut.

Sehingga, kata Arif, untuk menuju situasi ideal bisa dimulai dengan perencanaan tata ruang, pendidikan dan penyadartahuan, restorasi habitat yang terdegradasi, pembuatan penghalang (barrier), patroli kawasan dan penegakan hukum.

Baca: Sosok Cinta Pertama Pangeran William saat Berusia 13 Tahun, Gak Kalah Cantik dengan Kate Middleton

Alternatif tersebut perlu dilakukan karena isu orangutan adalah isu yang serius di dunia konservasi. “Jika ada orangutan yang mati karena tidak wajar, maka reaksi dunia akan cepat dan masif,” ujar Suyitno dari perwakilan Ketua Forum Kawasan Ekosistem Esensial Wehea-Kelay.

Selain isunya viral, peran orangutan sangat penting bagi ekosistem hutan dan sekitarnya. Bila orangutan punah, Suyitno mengatakan maka jejak perubahan ekologi dan ekosistem di dunia ini menjadi hilang. Orangutan berperan sebagai penebar biji terbaik yang pernah ada di dunia.

Kera besar ini juga penting menjaga tutupan hutan karena mereka gemar bergelantungan di hutan-hutan yang masih terjaga. Bisa dibilang bahwa kawasan hutan yang memiliki orangutan liar di dalamnya, dapat mengindikasikan wilayah tersebut masih bagus atau akan bagus ke depannya. Sehingga jika mereka bertemu dengan manusia, sebisa mungkin dijaga agar kerusakan tidak meluas dan orangutan tidak mati.

Penulis: Rafan Dwinanto Editor: Januar Alamijaya Sumber: Tribun K altim Ikuti kami di Mahasiswi Tewas di Toilet Gereja Usai Pamit Temui Pendeta, Ada yang Janggal di Tubuh Korban Sumber: Google News | Berita 24 Kaltim

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »